(SELOW.CO): Bagaimana nggak bikin pening, kalau cuma lewat kemunculannya di tayangan iklan saja sudah sukses bikin geger kancah pertelevisian di negeri ini dan berbuntut pelarangan. Tapi sebaliknya di dunia maya, Blackpink malah wara-wiri dan reputasinya makin nangkring di puncak kejayaan. Anjay!

JANGAN NGAKU anak K-pop kalau belum tahu berita ini. BLACKPINK telah merilis video musik teranyar bertajuk ‘Kill This Love’. Tidak berhenti di situ aja, karena video yang menampilkan kumpulan cewek kinyis-kinyis asal Negeri Ginseng itu, telah ditonton tak kurang dari 10 juta
viewers hanya dalam kurun waktu 4 jam 13 menit dan meraih 1 juta like hanya dalam 30 menit saja.

Amazing kan? Makin menakjubkan lagi setelah pencapaian itu berlipat ganda usai 9 jam dan 38 menit
muncul di YouTube. Lalu angkanya kian membengkak menjadi 49 juta viewers persis pasca tayang 24 jam.

Malah, seorang teman yang hobinya dengerin musik dan nonton film Korea, menyebut raihan tersebut telah mampu menyalip rekor video musik ‘Yes or Yes’ milik TWICE yang dirilis pada November 2018 lalu

Kawan saya itu juga menambahkan tidak terlalu heran melihat prestasi moncer Blackpink di jagat maya, sebab girlband ini didukung oleh fans fanatik. Bahkan tidak sedikit penggemar mereka yang menamakan diri Blink itu, tahan mantengin YouTube untuk menunggu pukul 00.00 KTS waktu Korea (sekitar pukul 22.00 WIB di Indonesia) hanya demi memastikan menjadi kalangan pertama yang menyaksikan video paling gres idolanya. Gokil, kan!

Pengamatan saya, berdasarkan pengakuan beberapa kawan penggemar K-Pop yang sering disebut dengan istilah fandom, menanti video anyar dari idola sudah menjadi hal lumrah. Bahkan bukan hanya menonton sekali saja, melainkan berkali-kali. Malah sampai puluhan kali. Selain untuk memelototi tampilan sang favorit, upaya ini juga dimaksudkan guna menambah jumlah penonton yang dicatat YouTube.

Seperti yang dilakukan seorang kawan saya lainnya. Ketika kami bertemu, dia sedang asyik dengan gadget-nya. Awalnya saya pikir dia sedang menonton video-video di Youtube. Ternyata dugaan saya salah. Hampir setengah jam lebih dia hanya menonton satu video yang dilihat berulangkali. Yupz, video ‘Kill This Love’ Blackpink itu.

Saat saya mencoba meminjam gadget-nya dan mengalihkan tontonan ke video lain, tanpa dinyana kawan saya langsung melotot protes. Dia murka.

Saya makin terhenyak ketika dia menjelaskan bahwa dirinya sedang membantu Blackpink lewat menonton berkali-kali videonya. Saat saya tanya kenapa sampai segitunya, dengan enteng dia menukas, “Ya karena gue suka. Kalau nggak suka ngapain juga gue rela ngabisin kuota.” Dramatis banget, kan?!

Sekonyong-konyong saya ingat dengan sebuah tulisan di Selow.co yang berjudul ROCKY GERUNG, SOCRATES MILLENIAL YANG DEMEN ‘DAR-DER-DOR’. Dan akhirnya saya berhasil ciptakan silogisme sendiri.

Bunyinya seperti ini, “Semua orang yang waras harus mengalah. Si A waras, jadi si A harus mengalah”. Maka aku pun tidak berminat memperpanjang perdebatan dengan kawan saya itu, lantaran saya merasa waras dan itu berarti kali ini saya mesti mengalah, walau sesungguhnya ada banyak hal yang enggak masuk akal pada perilakunya. Haha, serah dah!

Di lain waktu saya terlibat obrolan lagi bersama dia. Masih seputar K-Pop. Saya sengaja memilih tema itu karena ingin tahu lebih banyak perihal perilaku ‘anehnya’. Ternyata saya menemukan istilah baru, fandom. Itu akronim dari “fans kingdom” yang tiada lain merupakan komunitas penggemar idol Korea. Setiap boyband atau girlband di sana memiliki nama fandom-nya masing-masing. Contohnya ya Blackpink dengan Blink-nya.

Tapi walau kawan saya cerita dengan antusias, saya tetap beranggapan nggak ada yang benar-benar istimewa. Lha, bukankah di Indonesia yang kayak begitu juga ada. Malah masing-masing kubu capres juga punya fandom. Ya itu cebong dan kampret. Belakangan ini kekuatan dan fanatisme kedua fandom ini tak terkalahkan oleh Slanker dan Oi sekalipun. Untuk sekarang-sekarang ini Slank dan Iwan Fals memang mesti gigit jari.

Balik lagi pada perilaku para fandom Korea, ternyata fanatisme mereka sudah sampai membabi-buta. Di antara fandom sampai ada yangyang mengoba pekik peperangan. ‘Tawuran’ macam ini disebut fanwar.

Dalam dunia nyata fanwar seringkali berbuah menjadi perkelahian fisik antarpenggemar. Emangnya cuma pabji aja yang bisa war, fandom juga bisa kaleee. Saya kaget mendengarnya campur pengin ketawa juga, malah sebenarnya sampai enek.

Nah, kalau di antara lingkaran pertemanan kita ada satu-dua orang yang menjadi K-Popers. Kita para non-fans biasanya akan menanggapi tipe teman macam ini sebagai orang yang terlihat alay bin aneh. Di balik kacamata kita yang bukan pecinta K-Pop, berteriak-teriak histeris dan menirukan gerakan dance grup idolanya pasti terasa mengherankan. Bahkan terlihat jijay.

Tapi ya sudahlah. Akhirnya saya punya ramuan tersendiri buat menghadapi para blink atau fandom lainnya. Ya silogisme yang saya sebutkan tadi, bahwa “Semua orang yang waras harus mengalah. Si A waras, jadi si A harus mengalah”. Titik! (*Jurnalis)

Komentar

Scroll Up