(SELOW.CO): Dikira usai Pilpres suhu politik yang sempat memanas dan sudah menjalar ke berbagai lapisan masyarakat bakal mereda, lalu pelan-pelan normal kembali. Ternyata keliru. Benih-benih gesekan yang berpotensi kembali mengobarkan pijar panas tetap bermunculan. Salah satunya ya ajakan “Boikot Nasi Padang” yang konyol itu. Huhhh!!!

BERBEDA PILIHAN itu biasa. Kalau siap menang mestinya juga harus legawa terima kekalahan. Begitu orang-orang bijak berucap. Tapi nyatanya masih juga ada orang yang telat bijak dan perilakunya merecoki suasana.

Pasca pencoblosan surat suara di TPS dan disusul gegap gempita rilis hasil hitung cepat atau quick count Pilpres 2019 yang disodorkan berbagai lembaga survei, mendadak sosmed dibikin gaduh oleh ajakan provokatif.

Berawal dari tangkapan layar yang diambil dari media sosial hingga kemudian menjadi ramai. Kiranya ada sejumlah pendukung capres 01 yang merasa kecewa lantaran junjungannya kalah telak berdasarkan quick count di Sumatera Barat.

Entah bagaimana alur logikanya yang jelas para cebong mengekspresikan kekesalannya dengan rencana pemboikotan nasi Padang, yang tak lain makanan khas Minang yang sudah sangat kesohor itu.

“Jadi malas makan di rumah makan Padang, kayaknya rakyat yang harus membalas, bangkrutkan semua rumah makan Padang,” tukas SA di akun Facebook-nya.

Kiranya gayung bersambut. Ajakan SA disahuti TH. “Ide bagus nih. Gimana supaya bisa buat gerakan anti makan masakan Padang ya. Biar tahu rasa mereka. Sudah dikasih banyak sama Pakdhe (Jokowi) masih juga balasannya nyakitin Pakdhe. Gila emang!” sungut TH.

Hasil tangkapan layar dari percakapan ini lalu beredar luas. Tak pelak beragam tanggapan riuh saling sahut menyahut.

Tak pelak Wakil Ketua BPN 02, Priyo Budi Santoso, juga ikut mengomentari. “Boikot nasi Padang hanya karena Jokowi kalah, wow…terlalu!” ucapnya seraya mengulum senyum. “Nggak laku itu kalau memviralkan begitu, karena nasi Padang kan enak banget.”

Melihat arah angin yang bertiup serampangan tak terkendali alias blunder juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, buru-buru angkat bicara. “Tidak benar kami yang menyerukan agar melakukan pemboikotan nasi Padang. Jika pemboikotan itu terjadi tentu kami sangat sesalkan.”

Kalau dipikir-pikir ajakan boikot semacam itu memang terlalu gegabah. Apa si cebong nggak bisa ambil hikmah dari kesongongan Master Chef UK, Greg Wallace, yang kena kritik oleh warga Asean yang menggandrungi rendang.

Ketika itu, persis setahun lalu, Greg menjadi juri pada perlombaan masak tingkat internasional. Dia mengkritik tajam rendang ayam buatan Zaleha (kontestan asal Negeri Jiran). Dengan pede bule itu bilang Zaleha telah gagal membuat rendang ayamnya menjadi ‘crispy’.

Zaleha memang langsung terdepak dari kompetisi itu. Tapi buntutnya Greg diserbu di sosmed oleh para pencinta rendang. Tak tanggung-tanggung, mereka berasal dari empat negara Asean: Malaysia, Singapura, Brunei dan Indonesia.

Melalui tagar RendangIsNeverCrispy, para penggemar rendang yang identik sebagai menu andalan nasi Padang itu, mengolok-olok Greg yang nggak mudeng soal rendang. “Dungu sekolam!” begitu kira-kira hardikan mereka.

Tapi semua sudah terlanjur terlontar. Sesalan Ace tinggalah sesalan. Bahkan, sesalan itu bertambah tebal lantaran tak lama berselang, entah siapa yang memulai, sontak berseliweran meme yang lebih konyol di sosmed. Tak hanya menganjurkan memboikot nasi Padang, meme itu juga menyinggung untuk turut “katakan tidak” pada mpek-mpek Palembang dan mie Aceh.

Sama seperti kasus boikot nasi Padang, tak ingin lagi makan mpek-mpek Palembang dan mie Aceh disinyalir karena dipicu kekalahan 01 versi quick count di wilayah Tanah Rencong dan Bumi Sriwijaya.

Tapi tak perlu jubir BPN dan TKN ikut turun tangan dalam hal ini, sebab warganet agaknya sudah dapat membereskan perkaranya sendiri. Simak saja tanggapan nyelekit salah seorang pengguna sosmed terkait ajakan boikot nasi Padang.

“Gaya-gayaan boikot nasi Padang, dapet lengkuas nyampur di bumbu rendang aja udah girang..” komentar akun @mhdgpr_.

Upssss….!!!!! (*)

Komentar

Scroll Up