(SELOW.CO): Punya hobi kok menebar kesombongan.

APA SIH SOMBONG ITU? Apakah sombong adalah anak kemarin sore yang baru punya pers Id (kartu pers) lantas sudah pecicilan petantang-petenteng sambil semua lawan bicaranya diajak berdebat?

Atau sombong adalah orang yang baru kelar buat portal website berita lantas mendapuk dirinya sebagai pemimpin redaksi dan mendadak sudah merasa mampu menggenggam dunia, sambil menganggap dirinya layak dianggap selevel Goenawan Mohamad (pendiri majalah Tempo) atau Bambang Eka Wijaya jurnalis senior yang tetap produktif menulis.

Mungkin bisa juga sombong ialah orang yang baru punya mobil berstempel ‘mobil murah’ lantas melaju ugal-ugalan di jalanan, sambil nempel tipis mobil-mobil yang harganya lima kali lipat dari harga mobilnya?

Atau sombong adalah ketika seorang cowok yang tampangnya minimalis, tapi kantong bapaknya tebal, lantas menggandeng cewek yang wajahnya mewah dan bodinya semlohay, dengan dada penuh nyaris berontak lagi provokatif, dan saat melenggang di mal senangnya bergandengan di tengah koridor biar terlihat dari seantero jagat.

Atau (lagi) sombong adalah ketika lihat ada ASN yang tampilannya necis lagi wangi dan rambutnya dicat warna-warni nyaingin lampu merah, saking menterengnya sampai-sampai enggan melayani anggota masyarakat yang kucel dan bau dilan (baca: terasi). Apakah ini juga layak dibilang sombong atau malah pantas dianggap nggak tahu diri.

Tapi yang jelas kalau kita mampir ke Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sombong diartikan “menghargai diri secara berlebihan; congkak; pongah”. Nah, loh! Jangan-jangan tanpa disadari atau malah disengaja, kita acapkali berperilaku demikian.

Duh, amit-amit, deh. Sebab, sikap sombong katanya berteman akrab dengan takabur, yakni sebuah pandangan yang menganggap diri ‘lebih’ dari orang lain dan sebaliknya memandang rendah terhadap orang lain. Apa nggak berabe kalau sikap begitu sampai bercokol di hati kita?

Jelas berabe-lah. Karena mirip orang sakit jiwa. Gimana nggak, orang-orang sombong berarti orang yang merasa puas kalau bisa menunjukkan kesombongannya. Ekstrim, kan? Merasa bahagia disaat berperilaku di luar norma. Waduh, sadis, beib!

Tapi apa iya kesombongan yang berkawan karib dengan takabur itu suka jalan beriringan menuju kehancuran?

Tentu kita masih ingat dengan Conor McGregor petarung UFC asal Irlandia yang norak mengumbar kesombongan sesaat sebelum menghadapi Khabib Nurmagomedov, ksatria asal Rusia yang dikenal kalem tapi belakangan bisa juga ngamuk membabi-buta.

Fakta menunjukkan, McGregor yang menebar perkataan menyakitkan tentang orang tua, negara, hingga agama Khabib, berhasil dibungkam lewat kuncian persis di lehernya saat ronde keempat masih menyisakan 2 menit 3 detik. McGregor menelan pil pahit usai sombong dan takabur.

Mungkin pula kita masih ingat bagaimana berjayanya Blackberry dalam industri smartphone. Bahkan pada masa keemasannya di tahun 2008, nilai perusahaan ini mampu meroket hingga USD 84 miliar. Angka yang fantastis.

Saking suksesnya, sampai-sampai Mike Lazaridis dan Jim Balsillie yang adalah mantan co CEO BlackBerry, perusahaan yang sebelumnya bernama Research in Motion (RIM), menganggap sepele kemunculan Apple iPhone yang diperkenalkan Steve Jobs di tahun 2007. Kedua pembesar BlackBerry ini menganggap iPhone tak ubahnya ponsel mainan.

“Ini bukan ancaman bagi bisnis inti RIM. iPhone tidak aman, baterainya cepat habis dan keyboard digitalnya susah,” ucap Larry Conlee, penasihat Lazaridis ketika itu.

Pandangan meremehkan ini agaknya dijadikan cambuk oleh iPhone. Perlahan tapi pasti mereka berbenah. IPhone mengubah beberapa elemen. Layar sentuh ponselnya dibuat lebih responsif dan besar, kualitas browser dan pemutar musiknya digenjot memenuhi selera pasar.

Sebaliknya, kondisi ini tak ubahnya tiket bagi BlackBerry menuju kesuraman. BlackBerry yang dianggap terlambat mengantisipasi manuver iPhone terjungkal di pasaran ponsel cerdas. Mereka dikubur hidup-hidup oleh kesombongan diri yang menggunung dan runtuh.

Kita masih nekat berani sombong? Silakan saja, bukankah jiwa-jiwa yang sakit memang tak mudah dibenahi.(*)

Komentar

Scroll Up