(Selow.co): Saya kok jadi kepengen ngakak terus pake guling-guling dengan ulah calon pemimpin di Republik Indonesia ini.

Kenapalah keduanya saling ingin meladeni tantangan yang digulirkan dari pendukungnya, cuma untuk melihat seberapa hebat jagoannya bisa membaca kitab suci.

Perasaan dari presiden jaman cebong sampe jaman kampret baru ini deh ada tes mengaji. Saya kok yakin masing-masing kubu mempersiapkan sedemikian rupa supaya jagoannya tepat dan benar saat diuji mengajinya nanti.

Lah, memang adakah aturan yang tertulis bahwa calon kepala negara atau calon kepala RT itu harus bisa mengaji? Terus selama ini memang semua pemimpin di negeri ini punya kemampuan bisa mengaji?

Ya lalu, nanti kalau bacaannya blepotan apa calon kepala negara ini mau disorakin sak jagad Indonesia raya ini kah? Mikiirrrr….

Dan lucunya, itu kedua kubu dengan nafsunya ingin memenuhi tantangan yang kocak. Jangan-jangan nanti juga bakal ada tantangan adu kuat-kuatan gak kedipin mata.

Kasihan ya calon kepala negara kita ini, juru bisiknya bernafsu semua. Bernafsu ingin menunjukkan hebatnya “Jagoan Gue”

Cuma buat saya, calon kepala negara harus punya sikap untuk tidak mau diatur dengan siapapun.

You cukup bilang “Gue mau mimpin negara Man, bukan mau mimpin imam solat apalagi mimpin solawatan nariyah!” (*Penggiat Isu Perempuan)

Komentar

Scroll Up