Hari gini siapa juga yang nggak mau jadi pusat perhatian?

Kalau pertanyaan itu diajukan ke generasi milenial, rasanya jawabannya mudah ditebak. Mayoritas bakal ngacungin tangan. Kalau pun ada yang menggelengkan kepala jumlahnya pasti sedikit. Bisa dibilang cuma satu banding seribu.

Mau bukti? Tengok saja sosmed mereka. Isinya bakal langsung membenarkan pernyataan itu. Narsisme! Semua tentang gue. Foto dan caption-nya pasti melulu soal ‘kelebihan’ gue.

Tapi ada tuh sosmed emak-emak dan Om-om yang isinya juga narsisme. Berarti watak narsis tidak melulu merundung generasi milenial? Belum tentu. Karena menurut para peneliti sosial yang dimaksud dalam kelompok generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1980-2000. Sederhananya, generasi milenial adalah orang yang berusia 15 sampai 34 tahun.

Terus yang punya umur lebih dari 34 tahun tapi sosmednya masih suka alay pantasnya disebut apa, dong? Mungkin bisa dibilang masa mudanya kurang bahagia. Gitu aja kok repot!

Balik ke tema awal mengenai anak muda yang suka menjadi pusat perhatian. Apakah perilaku seperti itu salah?

Hmmm….belum tentu. Tergantung motivasi dan cara yang ditempuhnya kayak mana. Kita ambil contoh misalnya ada cowok yang ngefans banget sama Axl, vokalis grup rock legendaris Guns n Roses yang baru-baru ini konser di Jakarta.

Tidak jarang demi menjadi pusat perhatian tuh cowok nekat tampil dengan mengesankan diri mirip Axl. Tapi celakanya dia nggak punya suara semelengking atau se-khas suara Axl. Alhasil, yang paling mudah ditiru adalah tampilan Axl.

Jangan heran kalau melihat cowok itu mendadak memanjangkan rambut atau malah pasang tato gambar mawar merah dan pistol. Itu menjadi pilihan logis baginya. Walau pun akhirnya dia terlihat lebih mirip Sodiq Monata penyanyi ‘Numpak RX King’ ketimbang Axl Rose. No, problem. Asalkan bisa jadi pusat perhatian. Walah!

Atau ada juga cowok yang mengidolakan Vino Bastian pemeran Wiro Sableng, tokoh pendekar rekaan Bastian Tito yang merupakan mendiang ayah Vino. Saking mau menjadi pusat perhatian, nggak sedikit cowok yang mati-matian mencitrakan diri sebagai Vino.

Padahal boro-boro punya kemampuan akting sepiawai Vino, tampangnya aja lecek nggak putih dan imut kayak Vino. Tapi karena sudah keblinger, orang-orang penganut paham yang penting jadi pusat perhatian itu, biasanya nggak cepat kecil hati atau kehabisan akal.

Bagi mereka ada banyak jalan menuju Roma. Kalau tidak bisa meniru wajah keren atau punya kemampuan akting yang sama, tetap masih bisa menempuh cara lain. Sebab masih terbuka celah kesempatan alternatif untuk bisa jadi mirip atau mengidentikkan diri sebagai Vino.

Cara praktisnya tinggal pasang tato angka 212 di dada. Walau tidak bisa mirip Vino, setidaknya bisa dimirip-miripin sama tato Wiro Sableng murid guru Sinto Gendeng itu. Lumayanlah. Biar pun ada yang bilang gendeng asal tetap bisa eksis.

Apa iya ada cowok yang berpikiran dan berperilaku sekonyol itu? Banyak. Mungkin kamu belum bertemu aja dengan orang semacam itu. Tapi sesungguhnya tidak perlu heran juga kalau nanti sampai berkesempatan papasan atau malah punya teman kayak begitu.

Karena menurut penelitian lainnya, salah satu ciri generasi milenial adalah maunya serba instan alias nggak kepingin ribet. Jadi mau diapain lagi kalau takdir jaman sudah menggariskan memang ada orang-orang model begitu.

Diterima aja nasib dia. Setidaknya cowok-cowok serupa itu tetap ada manfaatnya bagi kita-kita, yah walaupun sebagai contoh hal-hal buruk yang mesti mikir seribu kali kalau mau ditiru.

Tapi kalau ada cowok-cowok tengil serupa itu yang baca tulisan ini, agaknya kamu harus tahu bahwa ada ciri-ciri lain dari generasi milenial. Bahwa anak-anak dari era ini lebih berpikiran kritis dan rasionil. Maksudnya, lebih suka pakai logika ketimbang mabuk sama tampilan.

Jadi cowok-cowok tengil itu mesti juga ngerti, kalau sesungguhnya ada banyak kaum hawa yang nggak melulu mentingin tampilan, tapi justru lebih memprioritaskan cowok cerdas sebagai idamannya.

Buat apa ganteng, muka kinyis-kinyis kalau ternyata bloon. Mendingan kayak Raditya Dika. Biar tampangnya culun terus kalau lagi ngumpul bareng kawan-kawan comic-nya lebih sering dikongekin cebol, tapi walau sudah beristri dia tetap diidam-idamkan banyak cewek. Karena dia cerdas? Mungkin. Tapi yang jelas tuh anak memang tajir melintir, Cuy! (red)

Komentar

Scroll Up