(Selow.co): Pernah lihat mobil ambulance yang bergegas di jalan raya sambil menyalakan sirinenya yang meraung-raung? Pasti pernah.

Dan pasti juga pernah melihat masih saja ada kendaraan yang tetap angkuh enggan menepi. Seakan keselamatan pasien darurat di dalam ambulance itu nilainya tak sebanding dengan harga mobil menterengnya. Agaknya si pengendara congkak itu memiliki hati baja yang tidak peka dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Oke, itu baru satu contoh perilaku menyebalkan yang masih sering kita temui di jalanan. Oh iya, pernah melihat sebuah mobil yang melenggang acuh melaju di tengah jalan tanpa mengabaikan garis marka, lalu tiba-tiba kaca jendelanya terbuka dan tak lama berselang penumpangnya membuang sampah ke jalanan?

Ngaku aja deh. Pasti juga pernah melihat pemandangan begitu. Entah apa yang ada di benak si pembuang sampah itu. Ataukah sesungguhnya ia orang yang tak beradab, sehingga merasa hidup di alam primitif yang masih bar-bar tak mengenal cita rasa keindahan dan kebersihan.

Kalau pun hari ini ia sedang naik mobil keren, boleh jadi sesungguhnya mentalnya belum siap untuk menjadi manusia beradab. Atau mungkin mobilnya juga dibeli dari hasil perilaku tak beradab lainnya, lewat hasil korupsi, misalnya. Ish…menjijikan!

Masih ada perilaku yang tidak kalah menjijikan yang masih sering kita lihat di jalanan. Pasti dong pernah mendapati emak-emak pengendara motor matic yang menyalakan lampu sen kanan tapi malah belok ke kiri? Jangan senyum-senyum sendiri. Mendingan kita berdoa agar emak kita enggak seekstrim itu saat bawa motor ke pasar.

Bukan, bukan perilaku emak-emak ‘Raja Jalanan’ seperti itu yang menjijikkan. Kalau emak-emak yang kayak gitu lebih tepat disebut mencemaskan. Sedangkan perilaku menjijikan yang dimaksud ialah saat kita bawa kendaraan dan tiba-tiba dikejutkan oleh ulah penunggang motor yang ugal-ugalan.

Entah apa isi kepala penunggang motor itu. Melaju dengan kecepatan tinggi di tengah keramaian lalu lintas. Belum lagi kalau ia menggeber-geber suara knalpotnya sambil menyalip kanan-kiri. Sungguh membahayakan pengendara lainnya.
Apa dia pikir kalau kebut-kebutan semacam itu lalu dianggap mirip Marc Marquez si Baby Alien sang penguasa lintasan Moto GP? Ikh…amit-amit deh. Baby Alien dari Hongkong?

Gimana mau dibilang hebat dan bernyali kalau yang disalipnya di jalanan cuma emak-emak naik motor matic, atau embak-embak PNS yang mau ngantor dan bapak-bapak setengah abad yang mulai jantungan dan suka kaget kalau dengar suara keras. Hebatnya dimana, Kuy?!

Lebih menjijikan lagi, pengendara motor ugal-ugal seperti itu nyalinya bakal cepet ciut mengkerut kalau diajak ikut lomba di track balapan motor. Bukankah kalau memang jago ngebut kan mestinya ikut nimbrung. Adu kebut sama pembalap lain yang memang sama-sama demen tarik gas kenceng. Dasar, pengecut!

So, apa yang bisa dibanggakan dari pengendara angkuh yang enggan memberi jalan bagi ambulance, pengendara mobil yang jorok buang sampah sembarangan di jalan, dan pemotor ugal-ugalan yang cuma berani ngegeber emak-emak naik motor matic?

Jelas semuanya eggak ada yang bisa dibanggakan. Malah sebaliknya menjijikan. Sialnya lagi perilaku seperti itu masih sangat sering kita jumpai di jalanan. Apakah memang sudah terlalu banyak perilaku menjijikan di sekitar kita?

Kalau boleh kasih saran, mulai sekarang biasakan pakai masker. Sehingga kalau melihat hal-hal menjijikan serupa itu, kita enggak cepat muntah. Sebab dengan pakai masker setidaknya kita enggak ikut mencium bau busuk menyengat dari perilaku menjijikkan yang berserakan itu. (red)

Komentar

Scroll Up